| Atribut Informasi | |
|---|---|
| Judul | Sawah Bukan yang Terbanyak! Lahan Non Sawah Mendominasi Pertanian Temanggung |
| Kategori | Pertanian |
| Tanggal Infografis | 04 Juni 2026 |
| Tanggal Dibuat | Selasa, 07 Juli 2026 08:15 |
| Tanggal Diupdate | Selasa, 07 Juli 2026 08:31 |
| File Dokumen | Unduh Lampiran |
Deskripsi
Infografis ini menyajikan informasi mengenai penggunaan lahan pertanian di Kabupaten Temanggung Tahun 2025 berdasarkan jenis lahan dan persebarannya menurut kecamatan. Data yang ditampilkan meliputi luas lahan sawah, lahan pertanian bukan sawah (non-padi), lahan bukan pertanian (alih fungsi), komposisi penggunaan lahan, serta lima kecamatan dengan total penggunaan lahan pertanian terbesar. Informasi ini memberikan gambaran mengenai karakteristik pemanfaatan lahan sebagai salah satu pendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Uraian Analisis
"
Pada tahun 2025, total penggunaan lahan di Kabupaten Temanggung mencapai 87.065,00 hektar. Dari jumlah tersebut, 55.713,26 hektar (63,9%) merupakan lahan pertanian bukan sawah, 17.369,20 hektar berupa lahan sawah, dan 13.982,55 hektar merupakan lahan bukan pertanian (alih fungsi). Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pertanian di Kabupaten Temanggung lebih didominasi oleh lahan non sawah dibandingkan lahan sawah.
Berdasarkan jenis penggunaannya, lahan pertanian bukan sawah didominasi oleh perkebunan seluas 25.871,49 hektar, diikuti tegal/kebun (pekarangan) seluas 13.628,31 hektar. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Temanggung tidak hanya bertumpu pada budidaya padi, tetapi juga didukung oleh komoditas perkebunan dan hortikultura yang menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.
Dilihat dari persebaran wilayah, Kecamatan Kedu memiliki luas lahan sawah terbesar yaitu 2.126,47 hektar, sedangkan berdasarkan total penggunaan lahan pertanian (sawah dan bukan sawah), Kecamatan Kandangan menempati urutan pertama dengan luas 9.158,13 hektar, disusul Bejen, Temanggung, Kedu, dan Ngadirejo. Data ini menunjukkan bahwa masing-masing kecamatan memiliki karakteristik pemanfaatan lahan yang berbeda sesuai dengan potensi wilayahnya.
Secara keseluruhan, komposisi penggunaan lahan tersebut memperlihatkan bahwa Kabupaten Temanggung tetap mempertahankan karakter sebagai daerah agraris. Dominasi lahan pertanian bukan sawah, besarnya luas perkebunan, serta luasnya lahan sawah yang masih produktif menjadi modal penting dalam mendukung ketahanan pangan, pengembangan komoditas unggulan, dan keberlanjutan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Temanggung.
"